Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 4

Katup Pneumatik

Katup pneumatik merupakan salah satu komponen penting di dalam peralatan pneumatik. Fungsi utama dari katup-katup didalam suatu sistim pneumatik adalah untuk mengubah, membangkitkan atau menghentikan sinyal untuk keperluan keperluan penginderaan, pemrosesan, dan pengendalian. Katup dibagi-bagi menjadi beberapa golongan berdasarkan fungsinya didalam rangkaian penumatik. Katup juga dapat dibagi-bagi berdasarkan jenis sinyal yang diterima, metode pengaktifan, metode kembali ke posisi semula dan konstruksinya.

Katup yang dioperasikan sebagai element sinyal akan menghasilkan sinyal jika diaktifkan (mis. katup tuas dan katup roler) dan katup jenis ini akan menghasilkan sinyal yang berguna untuk memberikan informasi mengenai posisi dari poros suatu silinder pneumatik.

Tipe katup pneumatik dapat dikenal melalui,

  • Jumlah saluran (ports) yang dimilikinya. Misalnya katup dengan tipe 2,3,4,5 port.

  • Jumlah posisi kerja, misalnya katup dengan 2, 3 posisi kerja

  • Metode pengaktifan, misalnya secara manual, dengan tekanan udara, atau dengan solenoid (listrik).

  • Metode pengembalian ke posisi awal, misalnya dengan tenaga pegas, tenaga udara bertekanan atau dengan tenaga listrik (solenoid).

  • Fungsi operasi khusus, misalnya melalui fungsi pengambil alihan secara manual.

Banyaknya terminal input-outpu atau port dari suatu katup ditunjukkan melalui jumlah garis lurus yang digambar pada bagian luar dari kotak. Contohnya ditunjukkan pada Gambar 10.


pneumatik_fig10

Gambar 10. Prinsip dasar posisi katup pneumatik



Katup Pneumatik Saklar Tekan

Katup dengan tipe saklar tekan dengan 3 port dan 2 posisi atau lebih sering disebut sebagai katup 3/2 ditunjukkan simbolnya pada Gambar 13. Disebut katup 3/2 karena memiliki 3 port atau terminal dan 2 posisi kerja yakni posisi kiri dan kanan.

Katup jenis ini diaktifkan dengan menekannya seperti halnya saklar tekan pada sistim listrik. Gambar 11 (A) menunjukkan posisi atau keadaan katup sebelum ditekan atau diaktifkan, sedangkan Gambar 11 (B) menunjukkan posisi atau keadaan setelah katup diaktifkan/diaktifkan (bergeser ke kanan). Jika tidak ditekan katup akan kembali ke posisi normal (bergeser ke kiri) akibat daya dorong oleh pegas.

pneumatik_fig11

Gambar 11. Saklar Tekan (push-button) Pneumatik


Pada posisi awal dimana katup belum diaktifkan, udara bertekanan tertahan pada port no.1. Bila katup diaktifkan, maka ruangan (kotak) sebelah kiri akan bergeser ke kanan sehingga port no. 1 dan no. 2 akan terhubung. Dengan demikian udara akan mengalir dari port no. 1 ke port no. 2 dan selanjutnya keluar dari katup.

Keterangan:

1(P) = Masuk (Input)

2(A) = keluar (Output)

3(R) = Saluran Buang (exhaust)


Penggunaan Katup Saklar Tekan 3/2


pneumatik_fig12

Gambar 12. Contoh Aplikasi Saklar Tekan Pneumatik

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 7 April 2012, 10:21
Abaikan Navigation

Navigation