Sistim Kendali - Kuliah 9

Kendali Pengeboran Benda Kerja

drill_station

Gambar 4. Sistim Pengeboran Benda Kerja


drill_station_ladder1

Gambar 5. Ladder Diagram Kendali sistim pengeboran benda kerja


Jalur 1: Jika tombol Start diaktifkan, kumparan relay CR1 aktif, kontak CR1 menyambung. Kontak CR1 berfungsi sebagai latch (gerendel) pengunci hubungan untuk relay CR1.

Jalur 2: Kontak-kontak CR1, sw1 (limit switch #1- motor naik) dan sw2 (limit switch #2 – motor turun) berfungsi dalam kondisi logika AND untuk mengaktifkan kumparan relay CR2.

Jalur 3: Kontak CR2 menyambung (sementara saklar sw2 juga menyambung), kondisi ini (logika AND) mengaktifkan kumparan relay CR3. Kontak CR3 berfungsi sebagai gerendel yang mengunci hubungan ke kumparan relay CR3.

Jalur 4. Kontak CR3 menyambung, solenoid turun diaktifkan, bor bergerak turun, dan melakukan proses pengeboran benda kerja.


Jalur 5: Satu kontak yang terhubung ke relay CR3 yang awalnya berada dalam kondisi NC berubah ke kondisi NO, dengan demikian solenoid untuk menaikkan bor dimatikan.

Jalur 6: Pada saat relay CR3 diaktifkan, maka kontak CR3 yang digunakan untuk menghidupkan motor bor menyambung dan bor dijalankan.


Pada saat bor mencapai posisi paling bawah, saklar limit / pembatas #2 (sw2) diaktifkan. Hal ini mengubah hubungan NC menjadi hubungan NO. Relay CR3 dimatikan dan kontak-kontaknya (semua kontak yang diberi kode CR3 pada Jalur 4, 5, dan 6) berubah kondisi.

Line 4. Kontak CR3 terbuka, menyebabkan solenoid untuk gerakan turun bor dipadamkan.

Jalur 5. Kontak CR3 menyambung (kondisi NC), solenoid untuk naik diaktifkan, bor kembali naik.

Jalur 6. Kontak CR3 terputus, bor dimatikan.

Sistim kembali ke keadaan awal, menunggu untuk penekanan tombol start untuk memulai siklus kerja berikutnya.

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 7 April 2012, 20:45
Abaikan Navigation

Navigation