Pengukuran Teknik - Kuliah 1

Pengukuran Teknik

Jika kita dapat mengukur apa yang kita bicarakan, dan mengekspresikannya dalam bentuk bilangan, kita mengetahui sesuatu mengenainya; namun bila kita tidak dapat mengukurnya - tidak dapat menyatakannya dalam bilangan, maka pengetahuan kita tidak cukup dan tidak memuaskan” – Lord Kelvin.


Seberapa bagus unjuk kerja suatu peralatan, misalnya: mesin? Seberapa tangguh mesin tersebut dalam proses operasinya? Berapa banyak pengetesan yang perlu dilakukan untuk menguji mesin tersebut? Berapa banyak kasus kerusakan atau gangguan yang akan ditemukan selama masa operasi mesin? Berapa banyak uang yang diperlukan untuk melakukan pengujian terhadap mesin tersebut? Seberapa sulit melakukan proses pemeliharaan suatu mesin? Berapa biaya yang diperlukan untuk membuat mesin tersebut lima tahun lalu? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat suatu mesin?

Pertanyaan-pertanyaan diatas akan ditemukan didalam pekerjaan seorang tenaga professional dalam bidang permesinan. Pada inti dari pertanyaan-pertanyaan tersebut terdapat salah satu konsep penting dalam bidang keteknikan: pengukuran. Seorangh insinyur perlu untuk mengetahui kenapa harus membuat pengukuran-pengukuran, apa yang harus diukur? Bagaimana melakukan pengukuran-pengukuran tersebut? Dan apa yang dapat dilakukan dengan hasil-hasil pengukuran yang diperoleh? Hal-hal ini akan ditinjau lebih lanjut dalam konteks umum dari sisi ilmu pengetahuan dan keteknikan.


Definisi
Pertanyaan awal yang mungkin muncul adalah, “Apa itu pengukuran?” Dalam bentuk yang paling sederhana kita dapat mengasosiakan pengukuran dengan suatu nilai numerik dengan suatu benda atau kegiatan.. Kita dapat mengartikan nilai tersebut sebagai besaran dari suatu kuantitias atau pengenal yang dimiliki oleh benda atau kegiatan.

(kt benda) suatu standar atau satuan pengukuran: panjang, demensi, kapasitas, dll dari segala sesuatu, khususnya seperti yang ditentukan berdasarkan suatu standar: kegiatan atau proses melakukan pengkuran; hasil dari suatu pengukuran.

Jika kita mencari didalam kamus dan daftar istilah teknik, kita akan memperoleh definisi-definisi sebagai berikut:

Mengukur (kata kerja) untuk menentukan kuantitias, masa, panjang, atau derajat/tingkatan sesuatu dalam batasan suatu unit standar atau jumlah yang pasti, biasanya dengan menggunakan instrument atau proses; misalnya untuk mengetahui ukuran suatu benda melalui pengukuran dimensinya; memperkirakan panjang benda, kekuatan, harga atau sifat dari benda: dalam hal ini melakukan pengukuran.

Pengukuran: kegiatan atau proses dalam mengukur sesuatu. Juga sebagai suatu hasil, seperti besaran yang mengekspresikan panjang atau nilai yang diperoleh melalui pengukuran.

Definisi-definisi ini masih sangat umum dan belum jelas benar. Kita mungkin akan memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap pengukuran dengan meninjau contoh-contoh sehari-hari yang kita temukan dalam dunia fisik kita.

2. Mengukur Besaran Fisis

Materi-materi dan gaya-gaya dalam Fisika adalah material dasar dari disiplin ilmu teknik yang sudah lama ada misalnya teknik sipil, teknik permesinan, teknik kelistrikan dan teknik kimia. Dengan demikian, pengukuran dalam dunia fisik adalah merupakan suatu kebutuhan ketrampilan dasar yang diperlukan oleh para insinyur/ahli teknik.

Hanya terdapat beberapa besaran fisik dasar, yang paling umum digunakan adalah panjang, masa dan waktu. Besaran yang lain dapat dinyatakan dari tiga besaran umum ini misalnya, kita dapat menyatakan kecepatan mobil yang kita kendarai dalam km per jam (jarak di bagi waktu), atau berat badan kita (yang mana dalam kenyataannya ini merupakan besaran gaya gravitasi yang bekerja terhadap badan kita di permukaan bumi) dalam kg (masa dikalikan panjang per kuadrat waktu).

Bisa terdapat banyak satuan-satuan pengukuran yang berbeda untuk suatu besaran fisik. Sebagai contoh, kita dapat mengukur panjang dalam satuan meter, kilometer, inchi, mil, dan dalam satuan tahun-cahaya, dan kita dapat mengukur waktu dengan mengunakan satuan detik, menit, jam dan tahun.

Sistim satuan pengukuran pengukuran yang paling umum digunakan adalah sistim metrik, sistim ini digunakan diseluruh dunia, kecuali di Amerika Serikat, dimana sistim Inggris umum digunakan. (Sebagai catatan sistim Inggris adalah sistim yang secara resmi tidak lagi digunakan secara umum di Inggris sendiri) Tujuh besaran satuan pengukuran dalam sistim metrik adalah:


Tabel 1. Satuan dan Besaran Umum

Satuan

Besaran yang Diukur

meter

Panjang

kilogram

Massa

detik

Waktu

Ampere

Arus Listrik

Kelvin

Temperatur termodinamika

mol

Jumlah partikel

candela

Kuat cahaya

Suatu standar prefiks telah ditetapkan untuk dipakai dalam menyatakan jumlah hasil pengukuran yang sangat besar dan yang sangat kecil, hal ini dapat dilihat pada Tabel 2.


Tabel 2. Prefiks Satuan Pengukuran

Prefiks

Simbol

x10n

Prefiks

Simbol

x10n

deka-

da

1

deci-

d

-1

hecto-

h

2

centi-

c-

-2

kilo-

k

3

milli-

m

-3

Mega-

M

6

micro-

μ

-6

Giga-

G

9

nano-

n

-9

Tera-

T

12

pico-

p

-12

Exa

E

18

atto-

a

-18

zetta

Z

21

zepto-

z

-21

yotta

Y

24

yocto-

y

-24

Dalam ilmu pengetahuan dan bidang teknik, kita biasanya memilih untuk menggunakan sistim mks (meter-kilogram-second), system cgs (centimetre-gram-second), atau sistim fps (foot-pound-second). Masing-masing sistim memiliki perbedaan terhadap sistim lainnya yang dapat dinyatakan dalam satuan dasar.


3. Apa Yang Diukur oleh Ahli Teknik

Ilmu teknik sering dijelaskan sebagai suatu proses yang menghasilkan produk yang berguna untuk kehidupan. Hal ini juga yang mendasari kita untuk menjawab pertanyaan: apa yang diukur oleh para ahli teknik? Yang diukur adalah barang produksi dan proses produksi.

Lebih lanjut, kita dapat menggolongkan pengukuran barang produksi kedalam golongan statis dan dinamis. Banyak satuan untuk pengukuran benda-benda fisik yakni misalnya, panjang, tinggi, lebar, berat, kapasitas dan volume adalah statis, artinya benda-benda yang termasuk dalam golongan ini dapat diukur sementara mereka dalam keadaan tidak digunakan; hal ini juga termasuk besaran-besaran seperti kecepatan, konsumsi bahan bakar atau tenaga, disipasi panas, getaran, dan tingkat kebisingan. Para ahli teknik dalam berbagai disiplin (teknik sipil, permesinan, vibrasi, listrik, kimia dan lain-lain) biasanya perlu untuk mengetahui sekian banyak satuan statis dan dinamis khusus untuk berbagai jenis produk yang mereka rancang.

Pengukuran proses digunakan untuk mengkuantisasi aktifitas manusia dalam bidang teknik, hal ini memiliki banyak kemiripan untuk berbagai jenis disiplin ilmu, jika dibandingkan dengan perbedaan yang banyak dimiliki oleh pengukuran produk. Pengukuran proses biasanya meliputi jumlah tenaga kerja, kegiatan, waktu kalender, biaya dan produktifitas. Kegunaan dari jenis-jenis pengukuran ini dapat lebih dipahami dengan mengingat bahwa aktifitas teknik dalam masyarakat kita menuju kepada batasan-batasan ekonomi. Untuk aktifitas teknik dilakukan baik untuk keperluan pribadi, badan non-profit atau umum, para ahli teknik yang didanai oleh dana dari pajak, maka kesuksesan suatu proyek hampir seluruhnya bergantung kepada pencapaian hasil yang diinginkan pada waktu yang tepat dengan jumlah biaya tepat seperti yang telah dianggarkan.

Kita juga dapat menggolongkan beberapa ukuran sebagai ukuran-ukuran yang bersifat dasar atau yang secara langsung terukur, dan yang lainnya sebagai ukuran-ukuran komposit (majemuk) atau yang bersifat turunan. Besaran-besaran seperti panjang, waktu dan berat biasanya diukur secara langsung, sementara ukuran-ukuran seperti produktifitas dan kecepatan biasanya sering diturunkan dari hasil-hasil pengkuran langsung dengan menggunakan suatu operasi matematika. Produktifitas dapat dihitung dengan membagi jumlah benda yang diproduksi terhadap waktu yang diperlukan untuk memproduksi benda-benda tersebut; kecepatan dapat diukur dengan membagi jarak yang ditempuh dengan waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut.



132125676 (c) 2005 - 2012

Terakhir diperbaharui: Selasa, 10 April 2012, 00:04
Abaikan Navigation

Navigation